Sebuah Makna Dalam Gambar
Oleh : Aditya Adjie Nugroho ( @P30-Aditya )
Pada
saat ini perkembangan dunia fotografi sangat berkembang pesat hal ini didukung
dengan berkembangnya platform platform digital yang mengutamakan konten
menggunakan teknik kreatif. Digenerasi millenial ini banyak hal kreatif
berkembang seperti hiasan bunga kering.
Oleh
karena itu saat kita menggabungkan kedua hal tersebut akan menjadi hal yang
sangat menarik, selain itu usaha dibidang tersebut masih sangat lah sedikit.
Dan menjadi kesempatan yang besar untuk memulai bisnis tersebut. Salah satu
contoh gambar yang menjadikan foto dan diapdukan dengan hiasan bunga.

Sketsa
foto portrait seseorang dipadukan dengan bunga hias akan menambah nilai
estetika sebuah gambar yang dapat menyampaikan sebuah perasaan atau pesan
seseorang kepada orang lain. Dalam mengembangkan ide tersebut mengambil dari
inspirasi beberapa usaha dan memodifikasi usaha tersebut dengan memadukannya.
Strategi
pasar yang ditargetkan adalah anak anak remaja yang memiliki hubungan social tinggi
terhadap orang lain. Hal ini dapat menajadi salah satu alternative untuk
menjadi sebuah hadiah atau dapat mempererat hubungan social seseorang.
Dalam
menemukan ide bisnis tersebut ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu :
1 : Idea Generation (Penciptaan Ide)
Tahap pertama dalam pengembangan produk baru adalah dengan
menciptakan atau men-generate ide atas sebuah produk baru. Dalam men-generate
ide atas produk baru, perusahaan harus mengikuti sistematika proses penciptaan
ide produk baru. Secara umum dalam tahap awal proses penciptaan ide ini akan
mampu menghasilkan banyak sekali ide produk baru. Tentu tidak semua ide
tersebut bisa dilanjutkan ke proses tahap selanjutnya, akan ada banyak ide
produk yang berguguran setelah melewati berbagai persyaratan akan kelayakan
sebuah ide produk baru.
2 : Penyaringan Ide (Idea Screening)
Tahap selanjutnya setelah mendapatkan sekian ide produk adalah
melakukan penyaringan atau screening atas semua ide produk
tersebut. Screening atas ide produk dimaksudkan untuk mendapatkan ide
produk yang benar-benar layak untuk diproses ke tahap selanjutnya, untuk
mengurangi biaya proses, untuk meminimalkan resiko gagal produk, dan untuk
memilih hanya ide produk yang benar-benar bagus dan bisa dikerjakan saja yang
akan diproses lebih lanjut.
Dalam proses screening ini, tentu saja harus menggunakan atau
memiliki mekanisme khusus untuk setiap tujuan produk, dimana mekanisme ini
didasarkan pada beberapa hal, seperti :
Tujuan penciptaan produk
Proses yang dibutuhkan versus sumber daya
Proses produksi
Proses pemasaran (distribusi, komunikasi, penjualan dan lain-lain)
Bagaimana dengan regulasi yang ada (pemerintah, lingkungan, dll.)
Tingkat keuntungan (estimasi) yang bisa didapatkan, berapa tingkat
return-nya (ROI)
Ketersediaan bahan baku beserta legalitasnya.
3 : Pengembangan dan Pengujian Konsep (Concept Development &
Testing)
Setelah ditemukan ide produk yang paling memungkinkan untuk
diproses lebih lanjut, maka tahap berikutnya dilanjutkan dengan tahap pengembangan
konsep dan pengujian konsep atas produk baru tersebut. Konsep ini adalah
hasil dari proses pengembangan atas ide-ide yang terpilih dalam proses
screening, dimana dalam konsep produk ini harus dinyatakan dalam bahasa
sehari-hari yang bisa dipahami oleh target market dalam segmen yang dituju.
Pengembangan Konsep
Pengembangan konsep adalah tahapan untuk mengembangkan lebih
lanjut dari ide yang terpilih menjadi suatu konsep produk untuk diproses lebih
lanjut di tahap berikutnya. Itulah sebabnya dalam tahap pengembangan
konsep produk (dari ide produk), haruslah dibuat dalam beberapa alternatif yang
disesuaikan dengan kebutuhan (segmen) pasar yang paling menarik.
Pengujian Konsep
Konsep produk baru yang sudah dirumuskan seperti di atas harus
diuji lagi dengan target konsumen yang disasar dalam skala
kecil. Konsep-konsep tersebut bisa disajikan dalam berbagai bentuk, tetapi
untuk beberapa jenis produk. Setelah memaparkan konsep tersebut kepada
kelompok konsumen sasaran, berikutnya mereka akan diminta untuk menjawab
serangkaian pertanyaan untuk mengetahui daya tarik konsumen dan nilai pelanggan
dari masing-masing konsep.
4 : Pengembangan Strategi Pemasaran (Marketing Strategy
Development)
Setelah konsep produk baru sudah ditemukan atau sudah dipilih, maka langkah selanjutnya dalam proses pengembangan produk baru adalah menyusun dan mengembangkan strategi pemasaran yang tepat. Strategi pemasaran yang dikembangkan dimulai dari strategi awal yaitu peluncuran produk ke pasar, hingga produk bisa diterima pasar dan mulai menunjukan pertumbuhannya. Secara garis besar, ada tiga bagian utama dari konsep strategi pemasaran yang harus dirumuskan dengan tepat, yaitu :
Setelah konsep produk baru sudah ditemukan atau sudah dipilih, maka langkah selanjutnya dalam proses pengembangan produk baru adalah menyusun dan mengembangkan strategi pemasaran yang tepat. Strategi pemasaran yang dikembangkan dimulai dari strategi awal yaitu peluncuran produk ke pasar, hingga produk bisa diterima pasar dan mulai menunjukan pertumbuhannya. Secara garis besar, ada tiga bagian utama dari konsep strategi pemasaran yang harus dirumuskan dengan tepat, yaitu :
Pasar sasaran, proposisi nilai yang direncanakan, penjualan,
pangsa pasar, dan sasaran laba untuk beberapa tahun pertama harus di
deskripsikan dengan jelas.
Garis besar dari struktur dan metode penetapan harga yang
direncanakan, model distribusi, serta anggaran pemasaran untuk tahun pertama.
Rencana penjualan jangka panjang, sasaran laba, dan strategi
bauran pemasaran.
5 : Analisis Bisnis (Business Analysis)
Setelah memutuskan konsep produk dan strategi pemasaran, tahap
berikutnya adalah proses evaluasi seberapa tinggi daya tarik bisnis atas produk
baru yang telah ditetapkan tersebut. Dalam tahap analisa bisnis proses
pengembangan produk baru ini, akan dilakukan peninjauan atas proyeksi
penjualan, biaya dan laba untuk produk baru tersebut, untuk mengetahui apakah
semua faktor ini bisa memenuhi tujuan. Jika hasil analisa bisnis
menunjukan hasil positif atau sudah sesuai dengan tujuan, maka produk dapat
dipindahkan ke tahap selanjutnya, yaitu tahap pengembangan produk.
6 : Pengembangan Produk (Product Development)
Sampai dengan tahap ini produk yang dikembangkan biasanya masih belum produk yang sebenarnya, melainkan masih berupa konsep produk dalam deskripsi kata, gambar, video animasi atau prototype produk. Jika telah melewati tahap analisa bisnis maka akan dilanjutkan dengan pengembangan produk riil atau produk yang sesungguhnya. Proses untuk pengembangan produk ini membutuhkan investasi biaya yang tidak kecil, itulah sebabnya dalam tahap ini biasanya produksi hanya dalam skala terbatas.
Sampai dengan tahap ini produk yang dikembangkan biasanya masih belum produk yang sebenarnya, melainkan masih berupa konsep produk dalam deskripsi kata, gambar, video animasi atau prototype produk. Jika telah melewati tahap analisa bisnis maka akan dilanjutkan dengan pengembangan produk riil atau produk yang sesungguhnya. Proses untuk pengembangan produk ini membutuhkan investasi biaya yang tidak kecil, itulah sebabnya dalam tahap ini biasanya produksi hanya dalam skala terbatas.
7 : Uji Pemasaran (Market Testing)
Sebelum produk benar-benar diluncurkan ke pasar bersamaan dengan strateginya, maka harus dilakukan uji pemasaran di pasar yang riil, pasar sesungguhnya, namun dalam skala kecil. Dengan uji pemasaran ini, maka pemerintah, masyarakat dan pemasar akan mendapatkan gambaran dan pengalaman dengan pemasaran produk tersebut, sebelum produk benar-benar diluncurkan ke pasar dalam skala yang besar, yang mana akan menelan biaya yang tidak sedikit. Uji pemasaran ini memungkinkan untuk menguji produk dan seluruh program pemasaran awal, termasuk ketepatan target market dalam segmen yang dipilih, penetapan positioning, iklan dan promosi, distribusi, dan lainnya, sebelum perusahaan melakukan investasi secara maksimal atas produk baru tersebut.
Sebelum produk benar-benar diluncurkan ke pasar bersamaan dengan strateginya, maka harus dilakukan uji pemasaran di pasar yang riil, pasar sesungguhnya, namun dalam skala kecil. Dengan uji pemasaran ini, maka pemerintah, masyarakat dan pemasar akan mendapatkan gambaran dan pengalaman dengan pemasaran produk tersebut, sebelum produk benar-benar diluncurkan ke pasar dalam skala yang besar, yang mana akan menelan biaya yang tidak sedikit. Uji pemasaran ini memungkinkan untuk menguji produk dan seluruh program pemasaran awal, termasuk ketepatan target market dalam segmen yang dipilih, penetapan positioning, iklan dan promosi, distribusi, dan lainnya, sebelum perusahaan melakukan investasi secara maksimal atas produk baru tersebut.
8 : Komersialisasi (Commercialization)
Hasil dari tes pemasaran ini seharusnya sudah bisa memberikan gambaran bagaimana prospek produk baru tersebut. Atas hasil tes pemasaran tersebut, manajemen akan memutuskan apakan akan meluncurkan produk baru tersebut, menunda atau bahkan membatalkannya. Selanjutnya jika memilih opsi meluncurkan produk baru, maka harus menyiapkan serangkaian aktivitas lanjutan yaitu aktivitas komersialisasi, dimulai dari persiapan produksi dalam kapasitas yang lebih besar, persiapan untuk aktivitas peluncuran produk baru seperti iklan, promosi penjualan, distribusi dalam skala yang lebih besar dan berbagai aktivitas pemasaran lainnya.

Referensi :