Kamis, 17 Oktober 2019


Sebuah Makna Dalam Gambar
Oleh : Aditya Adjie Nugroho ( @P30-Aditya )

               Pada saat ini perkembangan dunia fotografi sangat berkembang pesat hal ini didukung dengan berkembangnya platform platform digital yang mengutamakan konten menggunakan teknik kreatif. Digenerasi millenial ini banyak hal kreatif berkembang seperti hiasan bunga kering.

               Oleh karena itu saat kita menggabungkan kedua hal tersebut akan menjadi hal yang sangat menarik, selain itu usaha dibidang tersebut masih sangat lah sedikit. Dan menjadi kesempatan yang besar untuk memulai bisnis tersebut. Salah satu contoh gambar yang menjadikan foto dan diapdukan dengan hiasan bunga.
               Sketsa foto portrait seseorang dipadukan dengan bunga hias akan menambah nilai estetika sebuah gambar yang dapat menyampaikan sebuah perasaan atau pesan seseorang kepada orang lain. Dalam mengembangkan ide tersebut mengambil dari inspirasi beberapa usaha dan memodifikasi usaha tersebut dengan memadukannya.
               Strategi pasar yang ditargetkan adalah anak anak remaja yang memiliki hubungan social tinggi terhadap orang lain. Hal ini dapat menajadi salah satu alternative untuk menjadi sebuah hadiah atau dapat mempererat hubungan social seseorang.

               Dalam menemukan ide bisnis tersebut ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu :
1 : Idea Generation (Penciptaan Ide)
Tahap pertama dalam pengembangan produk baru adalah dengan menciptakan atau men-generate ide atas sebuah produk baru. Dalam men-generate ide atas produk baru, perusahaan harus mengikuti sistematika proses penciptaan ide produk baru. Secara umum dalam tahap awal proses penciptaan ide ini akan mampu menghasilkan banyak sekali ide produk baru. Tentu tidak semua ide tersebut bisa dilanjutkan ke proses tahap selanjutnya, akan ada banyak ide produk yang berguguran setelah melewati berbagai persyaratan akan kelayakan sebuah ide produk baru.

2 : Penyaringan Ide (Idea Screening)
Tahap selanjutnya setelah mendapatkan sekian ide produk adalah melakukan penyaringan atau screening atas semua ide produk tersebut. Screening atas ide produk dimaksudkan untuk mendapatkan ide produk yang benar-benar layak untuk diproses ke tahap selanjutnya, untuk mengurangi biaya proses, untuk meminimalkan resiko gagal produk, dan untuk memilih hanya ide produk yang benar-benar bagus dan bisa dikerjakan saja yang akan diproses lebih lanjut.
Dalam proses screening ini, tentu saja harus menggunakan atau memiliki mekanisme khusus untuk setiap tujuan produk, dimana mekanisme ini didasarkan pada beberapa hal, seperti :
Tujuan penciptaan produk
Proses yang dibutuhkan versus sumber daya 
Proses produksi
Proses pemasaran (distribusi, komunikasi, penjualan dan lain-lain)
Bagaimana dengan regulasi yang ada (pemerintah, lingkungan, dll.)
Tingkat keuntungan (estimasi) yang bisa didapatkan, berapa tingkat return-nya (ROI)
Ketersediaan bahan baku beserta legalitasnya.
3 : Pengembangan dan Pengujian Konsep (Concept Development & Testing)
Setelah ditemukan ide produk yang paling memungkinkan untuk diproses lebih lanjut, maka tahap berikutnya dilanjutkan dengan tahap pengembangan konsep dan pengujian konsep atas produk baru tersebut. Konsep ini adalah hasil dari proses pengembangan atas ide-ide yang terpilih dalam proses screening, dimana dalam konsep produk ini harus dinyatakan dalam bahasa sehari-hari yang bisa dipahami oleh target market dalam segmen yang dituju.
Pengembangan Konsep
Pengembangan konsep adalah tahapan untuk mengembangkan lebih lanjut dari ide yang terpilih menjadi suatu konsep produk untuk diproses lebih lanjut di tahap berikutnya. Itulah sebabnya dalam tahap pengembangan konsep produk (dari ide produk), haruslah dibuat dalam beberapa alternatif yang disesuaikan dengan kebutuhan (segmen) pasar yang paling menarik.

Pengujian Konsep
Konsep produk baru yang sudah dirumuskan seperti di atas harus diuji lagi dengan target konsumen yang disasar dalam skala kecil. Konsep-konsep tersebut bisa disajikan dalam berbagai bentuk, tetapi untuk beberapa jenis produk. Setelah memaparkan konsep tersebut kepada kelompok konsumen sasaran, berikutnya mereka akan diminta untuk menjawab serangkaian pertanyaan untuk mengetahui daya tarik konsumen dan nilai pelanggan dari masing-masing konsep.

4 : Pengembangan Strategi Pemasaran (Marketing Strategy Development)
Setelah konsep produk baru sudah ditemukan atau sudah dipilih, maka langkah selanjutnya dalam proses pengembangan produk baru adalah menyusun dan mengembangkan strategi pemasaran yang tepat. Strategi pemasaran yang dikembangkan dimulai dari strategi awal yaitu peluncuran produk ke pasar, hingga produk bisa diterima pasar dan mulai menunjukan pertumbuhannya. Secara garis besar, ada tiga bagian utama dari konsep strategi pemasaran yang harus dirumuskan dengan tepat, yaitu :
Pasar sasaran, proposisi nilai yang direncanakan, penjualan, pangsa pasar, dan sasaran laba untuk beberapa tahun pertama harus di deskripsikan dengan jelas.
Garis besar dari struktur dan metode penetapan harga yang direncanakan, model distribusi, serta anggaran pemasaran untuk tahun pertama.
Rencana penjualan jangka panjang, sasaran laba, dan strategi bauran pemasaran.

5 : Analisis Bisnis (Business Analysis)
Setelah memutuskan konsep produk dan strategi pemasaran, tahap berikutnya adalah proses evaluasi seberapa tinggi daya tarik bisnis atas produk baru yang telah ditetapkan tersebut. Dalam tahap analisa bisnis proses pengembangan produk baru ini, akan dilakukan peninjauan atas proyeksi penjualan, biaya dan laba untuk produk baru tersebut, untuk mengetahui apakah semua faktor ini bisa memenuhi tujuan. Jika hasil analisa bisnis menunjukan hasil positif atau sudah sesuai dengan tujuan, maka produk dapat dipindahkan ke tahap selanjutnya, yaitu tahap pengembangan produk.

6 : Pengembangan Produk (Product Development)
Sampai dengan tahap ini produk yang dikembangkan biasanya masih belum produk yang sebenarnya, melainkan masih berupa konsep produk dalam deskripsi kata, gambar, video animasi atau prototype produk. Jika telah melewati tahap analisa bisnis maka akan dilanjutkan dengan pengembangan produk riil atau produk yang sesungguhnya. Proses untuk pengembangan produk ini membutuhkan investasi biaya yang tidak kecil, itulah sebabnya dalam tahap ini biasanya produksi hanya dalam skala terbatas.
7 : Uji Pemasaran  (Market Testing)
Sebelum produk benar-benar diluncurkan ke pasar bersamaan dengan strateginya, maka harus dilakukan uji pemasaran di pasar yang riil, pasar sesungguhnya, namun dalam skala kecil. Dengan uji pemasaran ini, maka pemerintah, masyarakat dan pemasar akan mendapatkan gambaran dan pengalaman dengan pemasaran produk tersebut, sebelum produk benar-benar diluncurkan ke pasar dalam skala yang besar, yang mana akan menelan biaya yang tidak sedikit. Uji pemasaran ini memungkinkan untuk menguji produk dan seluruh program pemasaran awal, termasuk ketepatan target market dalam segmen yang dipilih, penetapan positioning, iklan dan promosi, distribusi, dan lainnya, sebelum perusahaan melakukan investasi secara maksimal atas produk baru tersebut.

8 :  Komersialisasi (Commercialization)
Hasil dari tes pemasaran ini seharusnya sudah bisa memberikan gambaran bagaimana prospek produk baru tersebut. Atas hasil tes pemasaran tersebut, manajemen akan memutuskan apakan akan meluncurkan produk baru tersebut, menunda atau bahkan membatalkannya. Selanjutnya jika memilih opsi meluncurkan produk baru, maka harus menyiapkan serangkaian aktivitas lanjutan yaitu aktivitas komersialisasi, dimulai dari persiapan produksi dalam kapasitas yang lebih besar, persiapan untuk aktivitas peluncuran produk baru seperti iklan, promosi penjualan, distribusi dalam skala yang lebih besar dan berbagai aktivitas pemasaran lainnya.

Referensi :

Sabtu, 18 April 2015

Pelajaran di Perjalanan Hidup


           Haii, para backpackers or travellers di seluruh Indonesia!! Apa kabar? Sudah melihat seluruh keindahan alam yang tuhan ciptakan? Gue rasa gaada yang bisa melihat seluruh keindahan itu, tapi  maksud gue seberapa banyak keindahan yang udah lo lihat? Bukan ngelihat dari media atau sekedar gambar yang dipamerkan di sosial media ya. Lo tau kan saat lo bisa melihat keindahan yang Tuhan ciptakan dengan mata kepala lo sendir,i lo akan merasa lebih deket dengan Tuhan. Kok bisa? Yaiyalah selama lo dikota lo akan diperlihatkan segala keangkuhan dan kesombongan dunia, sementara saat lo di alam lo akan diperlihatkan apa artinya menghargai sesama.




Hidup itu cuma sebentar!! kok bisa? Yaiyalah coba lo mikir, umur lo serkarang berapa? dan selama ini lo udah kemana aja? Lo mau nanti anak cucu lo minta diceritain perjalanan hidup lo, lo Cuma bisa bilang “ayah belom pernah naik gunung nak ayah gatau indahnya berada diatas awan, ayah gapernah nyelam ke bawah laut nak ayah gatau indahnya dunia bawah laut ” lo gamau kayak gitu kan? Maka daripada itu ambil ransel lo pake sepatu lo dan mulailah membuat cerita.
               
                Nah, gue disini mau berbagi cerita tentang perjalanan gue, gue mau ngasih tau setiap lo melakukan perjalanan pasti ada pelajaran yang bisa lo ambil dan itulah alasan kenapa gue kasih judul tulisan gue “pelajaran di perjalanan hidup” sebenarnya si pelajaran bisa kita cari dimana aja, secara sekarang jaman globalisasi gitu yekan? Dengan lo ngejongkrok didepan lepi (laptop) lo, lo udh bisa liat semua hal. Tapi ayolah men, pelajaran terbesar itu lo dapet dari alam. Newton aja bisa tau gravitasi karena dari alam. Jadi, tunggu apalagi berpetualanglah dan jadi lah backpacker Indonesia sejati. Lo bisa berbangga dengan jadi backpacker karena banyak pelajaran hidup yang lo ambil dari perjalanan, jadi jangan berkecil hati men dan yang terpenting lo harus bangga sebagai orang Indonesia karena di Negara ini banyak tersaji wisata alam yang menggugah selera (indahnya ga ketulungan). Nih contohnya :










                Liat kan? Gimana ga bangga dengan Negara Indonesia,  Proud Be Indonesian!! Jadi nih ya gue saranin sebelum lo pergi pergi keluar negeri alangkah baiknya kalo lo berwisata nusantara dulu kenali dulu negeri kelahiran lo ini. Jadi lo bisa mengharagai negeri Indonesia ini men. Namun sayang walau banyak wisata alam yang tersaji tidak semua orang bisa menjaganya, mereka dengan seenaknya menikmati alam dan merusaknya dengan membuang sampah sembarangan.



Liat tuh cewenya banyak sampah 

                Gue sebagai backpacker miris ngelihat itu, gimana dengan anak cucu kita nanti berpetualang? Apa dia akan naik gunung tapi naik gunung sampah? Gamau kan men? Kita sebagai backpacker yang mencintai alam  wajib untuk memelihara alam yaaa, inget jika lo membuang 1 sampah ke alam kalo ada 1000 orang seperti lo yang membuang sampah maka bakal ada 1000 sampah men. Jadi, jaga alam dengan tidak merusaknya yaa men.

                                                                                                            

 Proud be backpacker, Proud be indonesian